Pernahkah Anda membayangkan hari di mana raksasa pembuat Windows, Microsoft, akhirnya merilis sistem operasi Linux mereka sendiri?
Jika dulu terdengar seperti lelucon, hari ini hal tersebut adalah kenyataan. Selamat datang di era keterbukaan Microsoft! Mari kita membedah lebih dalam mengenai Azure Linux dan bagaimana cara menginstalnya.
Azure Linux sebelumnya dikenal dengan nama CBL-Mariner (Common Base Linux). Microsoft mengubah namanya pada tahun 2023 agar lebih selaras dengan ekosistem komputasi awan mereka.
1. Apa itu Azure Linux?
Azure Linux adalah distribusi Linux yang dikembangkan, dipelihara, dan didistribusikan langsung oleh Microsoft. Namun, jangan salah sangka! Sistem operasi ini tidak didesain untuk menggantikan Windows di laptop Anda.
Sistem ini diciptakan dengan satu tujuan utama: Menjadi fondasi infrastruktur Cloud (Azure).
Microsoft menggunakan Azure Linux secara internal untuk menjalankan layanan raksasa seperti Azure Kubernetes Service (AKS), infrastruktur jaringan, hingga perangkat IoT (Internet of Things). Karena dirancang untuk server, OS ini tidak dilengkapi dengan antarmuka grafis (GUI) bawaan. Semuanya murni berbasis teks (CLI).
2. Fitur Utama Azure Linux
Sebagai OS kelas Enterprise, Azure Linux memiliki filosofi “Hanya sediakan apa yang benar-benar dibutuhkan”.
🛡️ Keamanan Ekstrem (Secure by Default)
Sistem ini membuang semua paket perangkat lunak yang tidak perlu. Semakin sedikit software yang terinstal, semakin sedikit pula celah keamanan yang bisa diretas oleh hacker. Microsoft juga memberikan pembaruan keamanan (patch) secara instan.
⚡ Sangat Ringan & Cepat
Karena ukurannya yang super minimalis, Azure Linux bisa melakukan booting dalam hitungan detik. Ia sangat cocok dijadikan container base image (misal untuk Docker).
📦 Berbasis RPM (Keluarga Red Hat)
Jika Anda terbiasa dengan CentOS atau Fedora, Anda akan merasa betah di sini! Azure Linux menggunakan sistem manajemen paket berbasis RPM. Anda bisa menginstal aplikasi menggunakan perintah tdnf (versi super cepat dari dnf).
Trik Cepat: Perintah tdnf install nama-aplikasi fungsinya sama persis dengan apt install di Ubuntu atau yum install di CentOS.
3. Di Mana Mendapatkan Azure Linux?
Karena sifatnya yang Open Source (Sumber Terbuka), Microsoft membagikan kode sumber dan file ISO Azure Linux secara gratis di GitHub.
Anda bisa mengunduhnya langsung dari repositori resmi mereka:
github.com/microsoft/azurelinux
Untuk pengguna biasa yang ingin bereksperimen, pastikan Anda menavigasi ke halaman Releases dan mencari file ber-ekstensi .iso (Pilih versi arsitektur x86_64 untuk PC standar).
4. Persiapan Mesin Virtual (VirtualBox)
Mari kita lakukan eksperimen! Karena menginstal OS murni CLI langsung ke PC cukup berisiko bagi pemula, kita akan menggunakan VirtualBox sebagai mesin virtual.
- Buka VirtualBox dan klik tombol New.
- Pada bagian Name and Operating System:
- Name:
Azure Linux Server
- Type: Linux
- Version: Other Linux (64-bit)
- Pada bagian Hardware, alokasikan RAM minimal 2GB (2048 MB) dan CPU minimal 2 Core.
- Buat Virtual Hard Disk (VDI) dengan ukuran minimal 20GB (disarankan Dynamically allocated).
- Sebelum mesin dinyalakan, klik kanan pada mesin tersebut lalu pilih Settings.
- Masuk ke Storage, klik ikon CD kosong, lalu cari dan masukkan file ISO Azure Linux yang sudah Anda unduh.
- Masuk ke Network, ubah Attached to menjadi Bridged Adapter agar server Anda mendapatkan IP Address langsung dari router rumah Anda.
5. Proses Instalasi Azure Linux
Sekarang, jalankan (Start) mesin virtual Anda.
Saat layar hitam pertama muncul, gunakan tombol panah atas/bawah di keyboard Anda untuk memilih “Install Azure Linux” dan tekan Enter.
Tahap 2: Navigasi Installer
Proses instalasi Azure Linux menggunakan Text-mode Installer (TUI). Mouse tidak dapat digunakan di sini! Gunakan tombol Tab untuk berpindah menu, tombol Spasi untuk mencentang, dan Enter untuk memilih.
- Pemilihan Mode Instalasi (Installation Type):
Sistem akan bertanya varian apa yang ingin diinstal. Pilih Core untuk server dasar yang sangat ringan, atau Full jika Anda membutuhkan kelengkapan alat-alat jaringan dan utilitas tambahan. (Sangat disarankan memilih Core untuk eksperimen awal).
- Partisi Disk (Disk Partitioning):
Pilih opsi Erase and Install (atau Auto Partition). Sistem akan otomatis memformat Virtual Hard Disk 20GB yang kita buat tadi dan mengatur strukturnya tanpa perlu campur tangan manual.
- Pembuatan Akun (Account Setup):
Sistem akan meminta Anda membuat kata sandi (password) untuk user
root. Ketikkan kata sandi yang kuat dan mudah diingat. (Ingat: saat Anda mengetik, karakter tidak akan muncul di layar demi keamanan).
Tahap 3: Penyelesaian
Setelah Anda mengkonfirmasi konfigurasi, proses ekstraksi file akan berjalan. Karena Azure Linux sangat ringan, proses ini biasanya selesai dalam waktu kurang dari 2 menit.
Setelah muncul notifikasi “Installation Complete”, pilih Reboot.
(Jangan lupa mencabut / me-remove ISO dari menu Storage VirtualBox agar tidak masuk ke menu instalasi lagi).
6. Uji Coba Pasca-Instalasi
Setelah mesin restart, Anda akan disambut oleh layar terminal hitam yang meminta login.
- Ketikkan username:
root
- Ketikkan password yang Anda buat saat instalasi.
Untuk membuktikan bahwa Anda sedang berada di OS buatan Microsoft, jalankan perintah identifikasi sistem operasi ini:
cat /etc/os-release
Anda akan melihat output epik seperti ini:
NAME="Azure Linux"
VERSION="2.0"
ID="azurelinux"
ID_LIKE="vmware-photon"
PRETTY_NAME="Azure Linux 2.0"
ANSI_COLOR="1;34"
HOME_URL="https://aka.ms/azurelinux"
BUG_REPORT_URL="https://aka.ms/azurelinux"
SUPPORT_URL="https://aka.ms/azurelinux"
Selanjutnya, pastikan server Anda sudah terhubung ke internet dengan melakukan ping:
ping -c 4 google.com
Kesimpulan
Langkah Microsoft membuat Azure Linux adalah bukti nyata bahwa perseteruan antara “Windows vs Linux” sudah usai. Di dunia Cloud dan Server modern, Linux adalah rajanya, dan Microsoft dengan cerdas ikut menunggangi ombak tersebut.
Tugas Praktik Anda: Cobalah instal web server Nginx di dalam Azure Linux Anda menggunakan perintah tdnf install nginx, lalu nyalakan layanannya dengan systemctl start nginx. Buka browser di PC asli Anda dan ketikkan IP Address Azure Linux tersebut!
Selamat bereksperimen, dan sampai jumpa di seri eksperimen sistem operasi berikutnya! 🚀